“Formula E on Steroids”: Max Verstappen Serang Arah Regulasi F1 2026, Sebut Mobil “Anti-Racing” dan Terlalu Banyak “Manajemen”

Max Verstappen mengkritik mobil F1 regulasi 2026 usai tes Bahrain, menyebutnya “tidak fun”, “anti-racing”, dan “Formula E on steroids” karena dominasi manajemen energi. Regulasi 2026 membawa tenaga 50–50 dan aerodinamika aktif, memicu debat di paddock.

“Formula E on Steroids”: Max Verstappen Serang Arah Regulasi F1 2026, Sebut Mobil “Anti-Racing” dan Terlalu Banyak “Manajemen”

Max Verstappen melontarkan kritik tajam terhadap karakter mobil Formula 1 era regulasi 2026 setelah merasakan langsung paket baru Red Bull dalam uji pramusim di Sakhir, Bahrain, Kamis, 12 Februari 2026. Juara dunia empat kali itu menyebut mobil generasi baru “tidak banyak menyenangkan untuk dikendarai”, “tidak terlalu terasa seperti Formula 1”, serta “lebih seperti Formula E on steroids”—sebuah perbandingan yang menekankan dominasi aspek manajemen energi ketimbang kemampuan mengemudi “flat out” yang identik dengan F1. (Reuters)

Komentar Verstappen muncul ketika F1 bersiap memasuki perubahan regulasi besar mulai musim 2026—mencakup mesin dan sistem hibrida, perangkat aerodinamika aktif, hingga rancangan sasis yang menuntut efisiensi energi lebih tinggi. Formula1.com menjelaskan perubahan keseimbangan tenaga menuju sekitar 50–50 antara mesin pembakaran internal dan motor listrik, sementara F1 juga memperkenalkan konsep aerodinamika aktif untuk konfigurasi downforce rendah/tinggi. (Formula 1® - The Official F1® Website)

Pernyataan Verstappen di Bahrain: “tidak fun” dan “anti-racing”

Dalam sesi media di tengah rangkaian tes Bahrain, Verstappen menilai sensasi mengemudi mobil 2026 lebih banyak ditentukan oleh manajemen energi dibanding gaya menyerang yang biasanya melekat pada mobil F1 modern. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang “bukan banyak fun” dan “tidak sangat Formula 1-like”. (RACER)

Motorsport.com mengutip Verstappen yang mengatakan fokus utamanya kini lebih ke “management”, bukan sekadar mengejar performa putaran seperti era sebelumnya. Ia menambahkan bahwa aturan berlaku sama untuk semua tim, namun sensasinya berbeda dari apa yang ia harapkan dari F1. (Motorsport)

Reuters melaporkan, Verstappen juga menyematkan label “anti-racing” pada arah regulasi baru karena, menurutnya, mobil menuntut pengemudi untuk mengelola energi secara intens alih-alih mengemudi penuh sepanjang lap. (Reuters)

Mengapa ia membandingkan dengan Formula E

Perbandingan “Formula E on steroids” mengarah pada kesan bahwa mobil 2026 membuat pembalap lebih sering “berpikir” soal pemakaian dan pemulihan energi, mirip karakter balap mobil listrik yang sangat bergantung pada strategi energi. RACER dan Motorsport.com menuliskan bahwa Verstappen menilai mobil baru terasa kurang “Formula 1-like” karena elemen pengelolaan energi menjadi terlalu dominan. (RACER)

Dalam laporan Reuters, inti kritik Verstappen bukan sekadar kecepatan puncak, melainkan perubahan rasa berkendara: kebutuhan manajemen energi dianggap menggeser DNA F1 yang selama ini identik dengan mobil tercepat dan paling agresif di sirkuit. (Reuters)

Konteks regulasi 2026: tenaga 50–50 dan aerodinamika aktif

Regulasi 2026 adalah salah satu perombakan terbesar sejak era hybrid. Formula1.com menyebut output mesin pembakaran dipangkas sementara motor listrik meningkat, menghasilkan pembagian tenaga kira-kira 50–50 antara bensin dan elektrik. (Formula 1® - The Official F1® Website)

Di sisi aerodinamika, F1 (melalui kanal korporatnya) menjelaskan bahwa aerodinamika aktif—sayap depan dan belakang yang dapat bergerak—akan digunakan untuk konfigurasi downforce rendah dan tinggi, menggantikan peran DRS dalam bentuk yang berbeda. (Formula One)

Dokumen resmi FIA tentang Regulasi Teknis 2026 memang membentangkan detail teknis lintas bab—yang pada praktiknya membuka ruang kompromi desain baru antara efisiensi energi, drag, dan performa lintasan. (FIA)

Dampak ke gaya membalap: “lift and coast” dan manajemen energi

Kritik Verstappen menguat di tengah pembicaraan bahwa pada skenario tertentu, pembalap bisa dipaksa melakukan “lift and coast” lebih sering untuk mengatur pemakaian energi, terutama pada lap kualifikasi atau fase tertentu di sirkuit. Speedcafe menyoroti indikasi awal bahwa manajemen energi bisa membuat pembalap tidak selalu mengemudi “flat out” dalam kondisi tertentu. (Speedcafe.com)

Di Bahrain, diskusi ini muncul bersamaan dengan hasil tes yang padat. Reuters melaporkan Charles Leclerc memimpin catatan waktu hari Kamis, diikuti Lando Norris dan Oliver Bearman, sementara beberapa pembalap menembus lebih dari 130 lap—tanda program uji berjalan agresif untuk memahami perilaku paket baru. (Reuters)
FIA juga merangkum Leclerc sebagai yang tercepat pada hari kedua tes. (FIA)

Respons dari paddock: Norris menolak narasi “anti-racing”

Komentar Verstappen memantik respons dari rival. Lando Norris—dalam laporan The Times—menolak nada keluhan itu dan menyiratkan bahwa jika seorang pembalap tidak menikmati tantangan regulasi baru, selalu ada pilihan untuk mundur. (The Times)

Perbedaan pandangan ini mencerminkan realitas klasik setiap perubahan aturan besar: sebagian pembalap dan tim menganggapnya sebagai tantangan rekayasa dan adaptasi, sementara sebagian lain melihatnya sebagai perubahan karakter yang menjauh dari identitas balap yang mereka sukai.

Apa berikutnya: arah pengembangan tim dan ujian sebenarnya di musim balap

Uji pramusim—meski memberi gambaran awal—belum menjadi putusan final tentang kualitas balap 2026. Reuters mencatat tes Bahrain berakhir pada Jumat (13 Februari 2026), dan masih ada sesi uji berikutnya sebelum seri pembuka musim di Australia pada 8 Maret. (Reuters)

Bagi Red Bull dan tim lain, kritik Verstappen berpotensi menjadi masukan internal yang konkret: bagaimana meminimalkan beban “management” tanpa mengorbankan performa; bagaimana strategi aerodinamika aktif dan pemetaan energi dioptimalkan agar pembalap tetap bisa menyerang. Namun, jawabannya kemungkinan baru jelas ketika mobil-mobil ini benar-benar saling bertarung dalam balapan penuh—dengan tekanan strategi, degradasi ban, dan duel di lintasan.