“Perang Harga” AI Makin Panas: ByteDance Rilis Doubao 2.0, Klaim Setara Model Teratas tapi Biaya Jauh Lebih Murah

ByteDance merilis Doubao 2.0, mengklaim kemampuan penalaran dan tugas multi-langkah setara model teratas namun dengan biaya lebih murah. Peluncuran ini menajamkan perang harga AI di China menjelang Imlek, saat kompetisi dengan Alibaba dan DeepSeek memanas.

“Perang Harga” AI Makin Panas: ByteDance Rilis Doubao 2.0, Klaim Setara Model Teratas tapi Biaya Jauh Lebih Murah

ByteDance, induk TikTok, meluncurkan Doubao 2.0, pembaruan besar untuk aplikasi AI yang menurut data QuestMobile menjadi chatbot AI paling banyak digunakan di China. Perusahaan menyebut versi “pro” Doubao 2.0 mampu melakukan penalaran kompleks dan mengeksekusi tugas multi-langkah—kemampuan yang, menurut klaim ByteDance, sebanding dengan model terdepan industri—namun dengan biaya penggunaan sekitar satu orde magnitudo lebih rendah. (Reuters)

Peluncuran ini datang saat pasar AI China memasuki fase yang kian kompetitif menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek, periode ketika perusahaan-perusahaan teknologi berlomba memamerkan model terbaru dan merebut pengguna. Reuters melaporkan langkah ByteDance juga dibaca sebagai upaya menghindari “kejutan” seperti tahun sebelumnya, ketika pendatang baru DeepSeek mendadak mencuri perhatian global. (Reuters)

“Keunggulan biaya ini akan semakin krusial… karena tugas dunia nyata yang kompleks akan menghabiskan banyak token,” kata ByteDance dalam pernyataannya, menurut Reuters. (Reuters)

Apa yang diluncurkan ByteDance

Menurut Reuters, ByteDance meluncurkan Doubao 2.0 sebagai peningkatan dari Doubao—aplikasi AI yang diklaim menjadi yang paling banyak digunakan di China. (Reuters)

TechNode melaporkan ByteDance merilis Doubao-Seed-2.0 sebagai pembaruan untuk seri model bahasa besar Doubao. Model ini disebut tersedia di aplikasi Doubao dan melalui layanan API Volcano Engine. (TechNode)

Klaim utama: “agent era” dan biaya lebih murah

ByteDance memosisikan Doubao 2.0 untuk “agent era”, yaitu fase ketika model AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi mampu mengeksekusi rangkaian tugas nyata yang membutuhkan penalaran dan langkah bertahap. (Reuters)

Dalam laporan Reuters, ByteDance menyatakan varian pro memiliki kemampuan penalaran kompleks dan eksekusi tugas multi-langkah yang “match” dengan model teratas, sambil menurunkan biaya penggunaan sekitar satu orde magnitudo. (Reuters)

Catatan penting untuk akurasi: beberapa pemberitaan di Indonesia menyebut Doubao 2.0 “menyaingi GPT-5.1”, tetapi klaim resmi yang dikutip Reuters dan TechNode merujuk pada GPT-5.2, bukan GPT-5.1. (Reuters)

Doubao di pasar AI China: ukuran pengguna dan tekanan kompetisi

Reuters mengutip data QuestMobile yang menyebut Doubao memimpin aplikasi chatbot AI di China dengan 155 juta pengguna aktif mingguan, sementara DeepSeek berada di posisi kedua dengan 81,6 juta (data yang dipublikasikan pada akhir Desember). (Reuters)

Namun, posisi ini menghadapi tekanan dari kompetitor domestik, terutama Alibaba. Reuters melaporkan Alibaba menggelontorkan 3 miliar yuan untuk kampanye kupon guna mendorong penggunaan aplikasi AI Qwen, yang membuat pengguna aktif hariannya melonjak tajam pada periode kampanye. (Reuters)

Mengapa biaya “per token” jadi isu sentral

Dalam ekosistem AI generatif, biaya operasional banyak ditentukan oleh jumlah token yang diproses—unit data yang digunakan model saat menerima input dan menghasilkan output. Ketika model diarahkan untuk mengerjakan tugas multi-langkah (misalnya merencanakan, mengeksekusi, mengevaluasi, lalu memperbaiki hasil), konsumsi token meningkat drastis, sehingga harga per token menjadi penentu apakah fitur “agentic” layak dipakai secara massal. Reuters menyoroti ByteDance secara eksplisit mengaitkan keunggulan biaya dengan kebutuhan inferensi skala besar dan generasi multi-langkah. (Reuters)

Dinamika harga juga terlihat lebih luas di industri AI China dalam setahun terakhir, ketika sejumlah pemain mendorong tarif API agar jauh lebih murah dibanding model-model Barat. Reuters sebelumnya mencatat ByteDance termasuk yang agresif dalam strategi harga untuk model Doubao generasi sebelumnya melalui Volcano Engine. (Reuters)

Apa yang masih belum terverifikasi

Sejumlah klaim yang melekat pada peluncuran Doubao 2.0—terutama soal kesetaraan kemampuan terhadap model teratas industri dan detail perbandingan biaya—berasal dari pernyataan perusahaan yang dilaporkan media. Reuters dan TechNode sama-sama menuliskan klaim “setara” dan “lebih murah” sebagai klaim ByteDance, namun laporan publik yang mudah diakses tidak selalu menyertakan rincian parameter uji, metodologi benchmark, atau struktur harga lengkap lintas skenario penggunaan. (Reuters)

Dampak dan apa berikutnya

Peluncuran Doubao 2.0 mempertegas dua tren yang kini membentuk perlombaan AI: pergeseran menuju agen AI (AI yang mengerjakan tugas end-to-end) dan eskalasi kompetisi harga agar pemakaian skala besar menjadi ekonomis. Di saat yang sama, ByteDance juga mendorong lini AI lain seperti Seedance 2.0 (model video generatif), yang memicu perhatian luas dan perdebatan lanjutan mengenai hak cipta serta penggunaan konten. (Reuters)

Bagi pasar, ujian terdekat Doubao 2.0 adalah apakah janji “agent era” bisa diterjemahkan menjadi adopsi riil—di tengah dorongan promosi besar dari para pesaing dan siklus peluncuran model baru yang makin rapat sepanjang 2026. (Reuters)